Strategi Pelayanan Lintas Budaya Berdasarkan 1 Petrus 2: 11-17

Yohanes Andi, Anye Ingan, Ndawa Kaborang

Abstract


The times have made people to always work. The same thing happens with Christians. Some go to work, go to school, in a new place. When they go to a new place the church is not responsible. Looking for persuading Christians to search for a church is also looking for fellow churches. The church should take and compile any church member who will move to a new place. The problem statement in this study is a cross-cultural service strategy based on 1 Peter 2: 11-17? 1 Peter 2: 11-17. The method in this study, the author uses the hermeneutic or exegesis method of the biblical text, literature study to examine concepts or themes about the Bible about humanity with a supportive way of life. Based on a cross-cultural service strategy based on 1 Peter 2: 11-17. The author discovers two strategies that practice right living models and support the people involved.

Perkembangan zaman membuat orang untuk selalu bekerja. Demikian juga hal yang terjadi dengan orang-orang Kristen. Ada yang pergi untuk bekerja, bersekolah, ditempat yang baru. Ketika mereka pergi ke tempat yang baru gereja tidak bertanggung jawab. Sehingga orang Kristen binggung untuk mencari gereja maupun mencari sesama jemaat. Seharusnya gereja mengambil andil ketika ada anggota jemaat yang akan pindah ke tempat baru. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalaha bagaimana strategi pelayanan lintas budaya berdasarkan 1 Petrus 2: 11-17? Kemudian tujuan penulisan dari artikel ini yaitu untuk menjelasan strategi pelayanan lintas budaya berdasarkan 1 Petrus 2: 11-17. Metode dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode hermeneutika atau eksegese terhadap teks Alkitab, studi Pustaka yaitu untuk menggambarkan konsep atau tema tentang Alkitab tentang umat Allah dengan cara hidup yang dilakukannya. Berdasarkan strategi pelayanan lintas budaya berdasarkan 1 Petrus 2: 11-17. Penulis menemukan dua strategi yaitu mempraktekkan keteladan hidup yang benar dan menghargai orang yang berpengaruh.


Keywords


Strategy, Peter, Service, Cross-Culture

Full Text:

PDF

References


Charles F Pfeiffer. The Wycliffe Bible Commentary. Malang: Gandum Mas, n.d.

James. “Partisipasi Umat Kristen Dalam Penegakan Hukum.” Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum Vol. 2, No. 1 (June 2015).

Krido Siswanto. “Perjumpaan Injil Dan Tradisi Jawa Timuran Dalam Pelayanan Misi Kontekstual” Vol.1, No.1 (January 2017).

Paulus Eko Kristianto. “Merumuskan Etika Politik Kristen Dalam Era Gangguan Terorisme DiIndonesia.” DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol.3, No.2 (n.d.).

Rika Kartika. “Menerapkan Kehidupan Sebagai Umat Allah Menurut 1 Petrus 2: 11-17.” PRUDENTIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol.1, No.2 (Desember 2018).

Robert D Dale. Pelayan Sebagai Pemimpin. Malang: Gandum Mas, n.d.

Samuel Benyamin Hakh. Pengantar Perjanjian Baru. Bandung: Bina Media Informasi, 2010.

Sekar Ayu Aryani. “Orientasi, Sikap, Dan Prilaku Keagamaan.” RELIGI: Sikap dan Prilaku Keagamaan Vol.XI, No.1 (January 2015).

Waren W. Wiersbe. Merdeka Didalam Kristus. Bandung: Kalam Hidup, n.d.

Yahya Wijaya. “Kepemimpinan Yesus Sebagai Acuan Bagi Kepemimpinan Gereja Masa Kini.” Jurnal Jafray Vol.16, No.2 (n.d.).

Yosua Foliciano Camerling. “Misi Dan Kebangkitan Rohani: Implikasi Misi Allah Bagi Allah.” JIREH: Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity Vol.1, No.1 (June 2019).

Handbook To The Bible. Bandung: Kalam Hidup, n.d.




DOI: https://doi.org/10.55798/kapata.v1i1.6

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 KAPATA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.